Pengobatan penyakit ikan memerlukan pendekatan yang berbeda dengan
penyakit hewan di darat, ikan adalah hewan poikilothermal dan sifat perilaku
biologis ikan diatur secara pokok oleh temperatur air, pH air, tekanan osmosis
air, dissolved gas (gas oksigen terlarut), dan faktor lingkungan lain seperti
parasit & protozoa. Faktor kondisi air juga menentukan agen kausatif dapat
menyebabkan penyakit di suatu populasi ikan.
Diagnosa penyakit pada ikan memerlukan beberapa tahapan, observasi
(pengamatan) perilaku pada ikan seperti tidak mau makan, bernafas dengan cepat,
berenang miring di permukaan, sempoyongan, menggosok gosokan tubuh pada tepi /
pinggir kolam perlu diperhatikan. Selain didukung pengambilan (koleksi) sampel
dan spesimen diagnostik yang tepat.
Metode kontrol penyakit pada populasi ikan, meliputi :
1.Diagnosa penyebab penyakit
2.Karantina dan pembatasan penyebaran ikan
3.Pemberian obat – obatan (farmakotherapi)
dan sanitasi yang baik
4.Imunisasi (vaksinasi) ikan dari penyakit
5.Pemutusan siklus hidup agen penyakit
6.Pembatasan dan kontrol dari substansi
asing yang membahayakan (substansi asing yang bersifat toksik)
Dengan menggunakan cara ternak kambingyang baik dan benar maka sebuah usaha ternak kambing akan berjalan
dengan lancar dan juga hasil panennya akan lebih maksimal. Kambing adalah salah
satu binatang jenis mamalia berkaki empat yang keberadaannya sangat banyak kita
jumpai di segala wilayah Indonesia. Saat ini memang ternak kambing menjadi hal
yang biasa terutama untuk yang tinggal di pedesaan, rata-rata para penduduk
desa memang berprofesi sebagai petani dan peternak, dan pada umumnya mereka
akan memelihara kambing, sapi, ayam, dan binatang ternak lainnya. Namun, para
masyarakat desa tidak sadar akan besarnya peluang ternak kambing di Negara
kita, saat ini daging kambing sangat laris di pasaran karena seiring dengan
semakin banyaknya penduduk di Negara kita dan juga memang dagingnya yang memiliki
rasa khas untuk di sate atau olahan masakan lainnya.
Cara ternak kambing yang
baik dan benar sehingga akan menunjang penghasilan belum di praktekkan oleh
para masyarakat desa yang telah melakukan ternak kambing, di sana hanya
memiliki beberapa ekor kambing saja. Mereka tidak ada target untuk
mengembangkan ternaknya, dan kambing sifatnya adalah hanya sebagai harta
simpanan di lain waktu jika membutuhkannya maka akan di jual di pasar atau melalui
tengkulak. Padahal justru sangat tepat untuk memulai usaha ternak kambing di
daerah pedesaan, lokasi yang tepat dan juga banyaknya sumber makanan kambing di
sana. Para petani yang juga melakukan ternak kambing tidak memiliki target
dalam ternaknya, seperti target jumlah setiap bulan atau tahunannya, karena
sedikitnya kambing siap potong di Indonesia maka pemerintah masih melakukan
impor daging. Untuk menaggapi hal ini maka dalam hati saya untuk membuat
artikel tentang cara ternak kambing yang mungkin akan
bermanfaat bagi yang ingin memulai usaha ternak kambing.
Dengan serius untuk menjalankan cara ternak kambing yang baik, maka sebenarnya peluang yang
sangat istimewa untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah semakin terbuka lebar, ini
yang saya analisa sebelum membuat artikel tentang hal ini. Dalam perawatannya,
kambing ini sangat mudah untuk di budidayakan, ketahanan dari serangan penyakit
dan juga biaya pakan yang minim menjadi peluang yang sangat menyedihkan jika
kita lewati. Kambing memiliki tingkat perkembangbiakan yang sangat baik, dalam
7 bulan induk kambing sudah bisa di kawinkan lagi, dengan masa kehamilan sekitar
5-6 bulan, maka anak kambing akan terlahir. Pada umumnya 1 induk kambing akan
beranak sekitar 1-4 ekor, jadi ini sangat bagus untuk kita kembangkan menjadi
usaha ternak yang berpotensi.
Keuntungan dari cara beternak kambing yang tepat
tentunya adalah maksimalnya pertumbuhan dan perkembangbiakan pada kambing.
Dari hal itu juga masih banyak keuntungannya, yaitu dari hasil susu peras
yang di hasilkan (jika ternak kambing etawa/susu), keuntungan lainnya adalah
pupuk kandang yang bisa dijual atau di gunakan pupuk sendiri. Pupuk yang di
hasilkan dari kotoran dan pembuangan sisa pakan dai ternak kambing sangat bagus
untuk di gunakan sebagai pupuk organik. Jadi tunggu apalgi segera kita mulai
untuk melakukan ternak kambing sendiri!!
Proses Reproduksi Kambing
Sebelum memulai untuk menjalankan usaha ternak kambing, maka
sebaiknya yang perlu kita ketahui adalah bagaimana prosesnya. Kambing memang
memiliki tingkat reproduksi yang tinggi, bahkan kambing ini dapat melahirkan 2
kali dalam satu tahun. Paling tidak kambing akan beranak 3 kali dalam masa 2
tahun, jadi betapa menggiurkan untuk memulai usaha ternak kambing tersebut,
apalagi jika induk mampu beranak 3-4 ekor setiap melahirkan tentunya akan
mempercepat perkembangan ternak kambing yang kita lakukan.
Kambing ini akan dewasa setelah berumur 6 bulan, dan kambing siap
di kawinkan saat berumur 10-12 bulan. Dengan lama waktu birahi sekitar 24
– 45 jam, dengan siklus birahi yang berselang selama 17 – 21 hari, birahi
kambing dapat di tandai dengan sifatnya yang gelisah, memiliki nafsu makan dan
minum berkurang, selalu mengibaskan ekornya, kencing lebih sering, kemaluan
akan bengkak dan basah.
Dalam ternak kambing, ratio jumlah pejantan dan betina adalah = 1
: 10, jika perkawinan sudah terbuahi maka lama waktu bunting adalah 144 – 156
hari (atau sekitar 5 bulan). Dan anak kambing akan di sapih setelah sekitar 3-4
bulan anak kambing terlahir.
Langkah Awal Cara Ternak
Kambing Yang Benar
Dalam langkah awal tentunya di mulai dari persiapan pembuatan
kandang sebagai tempat tinggal kambing dan di akhiri dengan masa panen. Dalam
langkah-langkah cara ternak kambing yang baik dan benar
memang sangat mudah untuk di lakukan, kita bisa melakukan usaha ini sebagai
usaha sampingan. Dibawah ini adalah langkah-langkah yang harus kita lakukan
terlebih dahulu agar ternak kambing yang akan kita jalankan menjadi semakin
mantab dan berimbas dengan maksimalnya hasil panen.
Persiapan Pembuatan Kandang Kambing
Untuk modal awal cara ternak kambing yang
tepat, kandang ini adalah salah satu hal penting yang nantinya akan menunjang
keberhasilan dari usaha ternak kambing yang akan kita jalankan. Kandang yang
baik juga akan menimbulkan kenyamanan yang membuat kambing menjadi mudah gemuk
dan berkembangbiak. Tingkat minimal kandang ini adalah bersih, memiliki sinar
matahari yang cukup, tidak panas (teduh), dan penempatan kandang paling minim
adalah berjarak 5 meter dari rumah. Hal ini ditakutkan akan berimbas bau
kotoran campur urine kambing yang tidak sedap, ingat selain kambing kita sehat,
kita juga lebih penting untuk lebih sehat. Di bawah ini adalah ukuran ideal
kandang untuk memulai ternak kambing.
Kandang
Cara Ternak Kambing Cepat Gemuk Dan Hasil Panen Maksimal
·Kandang untuk beranak untuk
induk+dua anak : 120 cm x 120 cm /ekor
·Kandang induk (baik yang hamil
atau tidak hamil) untuk 1 ekor: 100 cm x 125 cm
·Kandang pembesaran anak yang
telah di sapih untuk satu ekor: 100 cm x 125 cm
·Kandang pejantan per ekornya
adalah : 110 cm x 125 cm
·Kandang dara/dewasa (di siapkan
sebagai kambing potong) per ekornya adalah : 100 cm x 125 cm
Persiapan Pemilihan Bibit Ternak Kambing
Dalam tahap ini tentunya kita sudah menentukan untuk melakukan
ternak kambing dengan jenis tertentu, mengingat jenis kambing di Indonesia
sangatlah banyak, bahkan sampai puluhan jenisnya di masing-masing wilayah.
Dalam kasus ini, jika kita ingin ternak kambing sebagai kambing potong
(pedaging) maka sebaiknya bibit yang kita siapkan adalah bibit jenis kambing kacang (jawa). Mengapa kambing ini, karena kambing ini sangatlah
cepat untuk berkembangbiak, mudah gemuk, mudah adaptasi di semua lingkungan,
lebih tahan penyakit, dan dagingnya paling diminati.
Jika kita ternak kambing dengan tujuan susu perah, maka
bibit jenis kambing yang harus kita siapkan adalah jenis kambing
etawa, kambing sangat bagus untuk menghasilkan susu.
Kambing etawa ini justru malah memiliki 2 opsi hasil panen, yaitu susu
perah dan juga sebagai kambing potong/pedaging. Kambing etawa ini memiliki
keunggulan tubuhnya yang berukuran yang besar, tentunya bobot daging yang di
hasilkan juga lebih banyak daripada kambing jenis kacang/jawa. Baiklah, untuk
menentukan bibit kambing sebagai induk dan pejantan yang baik harus memiliki
kriteria seperti dibawah ini :
A.Kriteria
Calon Induk Kambing Yang Ideal:
Indukan
Untuk Cara Ternak Kambing Cepat Gemuk Dan Hasil Panen Maksimal
· Bentuk tubuhnya yang
seimbang, memiliki dada yang dalam dan lebar, bentuk garis punggung dan
pinggangnya lurus, tulangan/tubuhnya besar dan tidak gemuk (sehat) bukan
obesitas
· Berkaraktek jinak
dan tidak galak
· Memiliki keempat
kakinya yang lurus dan tumitnya tinggi.
· Memiliki jumlah
gigi lengkap, mempunyai kriteria merumput dengan baik, dan rahang atas/bawah
rata.
· Terlahir dari 2 pranakan/bahkan
anak tunggal.
· Bentuk ambingnya
simetris dan tidak menggantung atau memiliki puting 2 buah (bercabang).
B.Kriteria Calon Pejantan Kambing Yang
Ideal:
style="margin-left: auto; margin-right:
auto;"> Pejantan Untuk Cara Ternak Kambing Cepat Gemuk Dan Hasil
Panen Maksimal
·
Memiliki ukur tubuh yang besar dan panjang (tulangannya besar), sangat
bagus jika memiliki bagian belakang yang lebih tinggi dan lebih besar, memiliki
bentuk dada yang lebar, serta kambing tidak teralalu gemuk, perawakannya gagah,
aktif dan tentunya memiliki nafsu kawin yang tinggi.
·
Bentuk seluruh kakinya yang lurus serta kuat.
·
Di lahirkan dari 2 bersaudara atau tunggal.
·
Memiliki usia di antara 1,5 -3 tahun.
Cara Pemberian Pakan Ternak Kambing
Poin ini juga termasuk hal penting
dalam cara ternak kambing yang baik dan benar, pakan juga
salah satu masalah penting yang menunjang keberhasilan ternak kambing yang
telah kita mulai. Sebenarnya dalam pemberian pakan ini sangatlah mudah, tidak
seperti pemberian pakan pada ternak lainnya, karna kambing ini dapat memakan
rumput/hijau-hijauan lainnya serta pakan tambahan yang nantinya akan menunjang
agar kambing cepat gemuk dan juga berreproduksi dengan baik.
Pakan yang di berikan sebaiknya yang lebih
mudah di dapatkan, tidak pakan yang harganya mahal agar bisa menekan seminimal
mungkin pengeluaran untuk pakan. Namun pakan yang kita berikan haruslah
mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang cukup untuk kebutuhan
kambing setiap harinya. Pakan yang di berikan juga di anjurkan yang mudah
di cerna, tidak beracun, dan di sukai kambing (lahap makannya). Kandungan pakan
ini bisa kita dapatkan dengan memberinya hijauan seperti berbagai jenis rumput
dan makan tambahan seperti konsentrat yang bisa di dapatkan dengan membelinya
di toko pakan ternak terdekat.
Solusi lainnya untuk mengganti konsentrat
agar kambing sehat dan gemuk adalah campuran dari beberapa bahan seberat 3kg
(sebaiknya 1 ekor kambing setiap harinya di berikan dengan berat pakan tambahan
3 kg) yaitu ;ampas tahu 40%, bekatul 40%, dan racikan singkong 20%,
pakan tambahan bisa di berikan pada siang hari (bukan pada saat memberi pakan
hijau-hijauan).
Cara pemberian pakan yang baik adalah
dengan memberinya pakan rerumputan 2 kali dalam satu hari, yaitu pagi di antara
pukul 08.00 WIB - pukul 16.00 WIB, berat rumput yang di butuhkan adalah
10% dari berat badan kambing setiap harinya. Dan pemberian pakan tambahan
konsentrat/campuran bahan yang saya sebutkan diatas, adalah paling bagus
diberikan pakan tambahan dengan berat 3kg setiap harinya, pakan tambahan bisa
di berikan pada saat siang hari.
Untuk indukan kambing yang sedang hamil,
menyusui, atau pejantan yang sering di kawinkan, sebaiknya di berikan pakan
penguat yang bisa di beli di toko pakan ternak terdekat. Jangan lupa untuk
memberinya minum setiap harinya, pemberian minum paling bagus setelah
memberikan pakan tambahan.
Cara Pengendalian Penyakit Pada Kambing
Sudah sering saya bilang bahwa kunci
keberhasilan dalam usaha ini adalah dengan menjalankan cara ternak
kambing yang baik dan benar, dengan terpenuhinya poin tersebut
maka keberhasilan ternak kambing yang telah kita jalankan akan tercapai. Selain
dari persiapan kandang yang baik dan pemberian pakan yang tepat, ada satu hal
lagi yang penting yaitu, pengendalian penyakit!!
Dengan pencegahan terjadinya serangan
penyakit pada kambing maka sebaiknya di cegah dengan melalui sanitasi kandang
yang tepat dan pemberian makanan yang mencukupi gizi, serta vaksinansi.
Penyakit yang sering menyerang kambing adalah sebagai berikut ; cacingan, kudis
(scabies), kembung perut (bloat), paru-paru (pneumonia), orf, dan koksidiosis.
Semua penyakit ini bisa di kendalikan dengan cara ternak kambing yang
baik dan benar, dengan itu kambing akan lebih sehat dan terhindar dari
penyakit. Jika ada kambing yang terserang penyakit, maka sebaiknya di lakukan
pemisahan dan pengobatan.
Cara Panen Ternak Kambing
Panen kambing ini tentunya terbagi dua
jenis, yaitu sebagai kambing pedaging (potong) atau sebagai kambing susu perah.
Dalam hal ini tentunya harus di usahakan agar selalu meningkatkan nilai tambah
hasil produksi ternak kambing yang kita jalankan yaitu mencakup
daging, susu, kulit, tanduk, atau kotoran yang nantinya bisa di jadikan pupuk
organik.
Untuk waktu yang tepat menjual kambing
adalah di saat berat badan kambing sudah tidak dapat bertambah lagi (berat
maksimal) agar nilai jualnya tinggi karena dagingnya juga banyak. Kambing di
usia 1-1,5 tahun berat tubuhnya sudah tidak dapat bertambah lagi (kambing
normal tidak kurus), jadi saat umur tersebut sangat ideal untuk menjualnya.
Sangat mudah untuk menjalankan cara
ternak kambing yang baik dan benar agar mencapai hasil produksi yang
maksimal, Segera untuk memulai usaha ternak ini, saya ingatkan lagi bahwa
permintaan daging kambing, susu kambing selalu mengalami kenaikan, dan
peternakan di Negara kita belum mampu menjawab hal itu, solusinya pemerintah
melakukan impor daging, jadi Anda tahu apa yang menjadi peluang usaha
ini
Gambar 1,2 dan 3 cara, teknik dan metode beternak kambing yang baik :)
Semoga bermanfaat :)
Tambahan :)
Video 1. Kontrol kunjungan pemeriksaan rusa di ciumbuleuit (Klinik hewan happiness) :)
Video 2. Penitipan anjing dogy jack russell mix @ Klinik hewan happiness :)
Cara beternak kelinci– Saat ini bisnis ternak kelinci masih jarang digeluti oleh
masyarakat Indonesia. Padahal peluang ternak atau budidaya kelinci ini masih
sangat potensial dan sedikit pesaing. Ternak kelinci ini dibagi menjadi dua
macam yakni ternak kelinci pedaging dan ternak kelinci hias. Untuk teknik
pemeliharaannya relatif sama dan sedikit perbedaan dengan perlakuan pada
kelinci hias.
Di sebuah forum di facebook “ternak kelinci” ada beberapa orang
yang baru memulai beternak kelinci sepasang. Namun kelincinya mati karena salah
memberi makan. Untuk itu saya akan memberikan tips cara beternak kelinci bagi
pemula agar kelincinya tidak mati. Berikut uraiannya :
1. Lahan dan Kandang
Bagi pemula sebaiknya membeli dua atau tiga pasang kelinci.
Untuk lahannya bisa di belakang rumah atau disamping maupun depan rumah. Dalam
membuat kandang, idealnya ukuran 60 cm x 50 cm x 60 cm. Jika Anda ingin
memelihara tiga pasang kelinci, sebaiknya kadangnya ada enam. Jadi satu kandang
ada satu kelinci. Setiap hari sebaiknya kadang dibersihkan. Ketika kita
memberi makan di pagi hari, sisa makanan yang sore hari dibuang saja. Kemudian
ketika kita memberi makan sore pada kelinci, sisa makanan di pagi hari dibuang.
Hal ini bertujuan untuk menghindari kelinci terkena penyakin pencernaan seperti
diare.
2. Pemilihan Induk Kelinci
Jika ingin indukan yang bagus, pilihlah usia kelinci yang sudah
mapan yakni usia satu tahun. Kelinci bisa dikawinkan pada usia 6 atau 7 bulan.
Pilihlah indukan yang sehat dan tanpa cacat. Kita bisa membelinya di peternakan
kelinci secara langsung. Kalau di peternakan kita bisa tahu riwayat kelinci.
Pilih juga kelinci yang badannya gemuk dan bulunya halus.
3. Pakan Kelinci
Untuk pakan kelinci kita bisa mencari rumput yang gratis atau
kita juga bisa membeli seperti jenis-jenis sayuran. Contoh sayuran yang
disenangi kelinci adalah sawi putih, kol, waluh hijau, wortel, mentimun, dan
kangkung.
4. Usia perkawinan dan kehamilan kelinci
Usia kelinci yang siap kawin adalah usia 7 bulan. Pada saat itu
kita bisa mengawinkan kelinci betina dengan kelinci jantan yang kita punya.
Untuk menjaga trah atau jenis kelinci, sebaiknya kelinci dikawinkan yang
berasal dari satu jenis kelinci. Perlu diperhatikan juga, kelinci dikawinkan
dari kelinci yang berbeda indukannya. Kelinci bisa dikawinkan tiga kali dalam
tiga hari. Kelinci betina diletakan di kandang jantan dan kita pantau. Setelah
kelinci kawin, segera ambil kelinci betina dan masukan di kandangnya. Jangan
sampai dicampur dalam satu kandang selama sehari atau beberapa hari. Setelah
kelinci kawin, catat tanggal kawinnya. Tujuan pencacatan agar kita bisa
memprediksi hari lahir kelinci. Kelinci akan melahirkan setelah hamil 28 hari
atau 1 bulan.
5. Penyapihan kelinci
Setelah kelinci melahirkan, maka selama 45 hari kelinci itu akan
disusui oleh induknya. Setelah 60 hari atau 70 hari, anakan kelinci sudah makan
sendiri. Jadi kalau kita mau menyapih kelinci, sebaiknya pada usia 60 hari atau
70 hari. Menyapih kelinci kalau di bawah usia tersebut masih rawan sakit.
6. Memahami penyaki kelinci
Ada tiga macam penyakit yang sering
menghinggapi kelinci, diantaranya adalah penyakit gudik atau scabies, perut
kembung, dan diare.
Itulah ada enam point yang harus
diperhatikan oleh anda mengenai cara beternak kelinci bagi pemula. Semoga bisa
menginspirasi!
Cara Pemasaran Hasil
Ternak Kelinci
Pemasaran kelinci saat ini terbilang
mudah. Kita bisa menggunakan sosial media seperti facebook, twitter, dan
instagram. Pengalaman saya tentang jual dan beli kelinci di facebook. Kita
tinggal posting gambar disertai keterangan di forum peternak kelinci di
Facebook. Setelah beberapa saat ada orang yang komentar dan melakukan nego.
Akhirnya kita deal dan kelinci saya langsung diambil oleh pembeli.
Selain media sosial, kisa bisa langsung
menemui pengepul atau “bakul” kelinci. Apabila harga kelinci kita dihargai
dengan harga yang cocok, bisa langsung dijual saja. Selain dari menemui
pengepul, kita bisa langsung menjualnya di pasar atau di daerah yang strategis
yang jalannya banyak dilalui orang.
Gambar 1,2, da 3 Kandang dan teknik ternak kelinci :)
Semoga bermanfaat :) Tambahan :
Video 1. Pengobatan kucing lumpuh di klinik hewan happiness :)
Video 2. Pengobatan kucing mimisan pada kucing @ klinik hewan happiness :)