Translate

Senin, 08 Mei 2017

Pengobatan Penyakit Ikan (part I) :)

Pengobatan penyakit ikan memerlukan pendekatan yang berbeda dengan penyakit hewan di darat, ikan adalah hewan poikilothermal dan sifat perilaku biologis ikan diatur secara pokok oleh temperatur air, pH air, tekanan osmosis air, dissolved gas (gas oksigen terlarut), dan faktor lingkungan lain seperti parasit & protozoa. Faktor kondisi air juga menentukan agen kausatif dapat menyebabkan penyakit di suatu populasi ikan.

Diagnosa penyakit pada ikan memerlukan beberapa tahapan, observasi (pengamatan) perilaku pada ikan seperti tidak mau makan, bernafas dengan cepat, berenang miring di permukaan, sempoyongan, menggosok gosokan tubuh pada tepi / pinggir kolam perlu diperhatikan. Selain didukung pengambilan (koleksi) sampel dan spesimen diagnostik yang tepat.

Metode kontrol penyakit pada populasi ikan, meliputi :
1.       Diagnosa penyebab penyakit
2.       Karantina dan pembatasan penyebaran ikan
3.       Pemberian obat – obatan (farmakotherapi) dan sanitasi yang baik
4.       Imunisasi (vaksinasi) ikan dari penyakit
5.       Pemutusan siklus hidup agen penyakit

6.       Pembatasan dan kontrol dari substansi asing yang membahayakan (substansi asing yang bersifat toksik)



Semoga bermanfaat tulisan nya

Terimakasih :)

Gambar 1. Pemberian obat tetes pada ikan


Jumat, 31 Maret 2017

Teknik Beternak Kambing yang Mengungtungkan :)

Dengan menggunakan cara ternak kambing yang baik dan benar maka sebuah usaha ternak kambing akan berjalan dengan lancar dan juga hasil panennya akan lebih maksimal. Kambing adalah salah satu binatang jenis mamalia berkaki empat yang keberadaannya sangat banyak kita jumpai di segala wilayah Indonesia. Saat ini memang ternak kambing menjadi hal yang biasa terutama untuk yang tinggal di pedesaan, rata-rata para penduduk desa memang berprofesi sebagai petani dan peternak, dan pada umumnya mereka akan memelihara kambing, sapi, ayam, dan binatang ternak lainnya. Namun, para masyarakat desa tidak sadar akan besarnya peluang ternak kambing di Negara kita, saat ini daging kambing sangat laris di pasaran karena seiring dengan semakin banyaknya penduduk di Negara kita dan juga memang dagingnya yang memiliki rasa khas untuk di sate atau olahan masakan lainnya.
Cara ternak kambing yang baik dan benar sehingga akan menunjang penghasilan belum di praktekkan oleh para masyarakat desa yang telah melakukan ternak kambing, di sana hanya memiliki beberapa ekor kambing saja. Mereka tidak ada target untuk mengembangkan ternaknya, dan kambing sifatnya adalah hanya sebagai harta simpanan di lain waktu jika membutuhkannya maka akan di jual di pasar atau melalui tengkulak. Padahal justru sangat tepat untuk memulai usaha ternak kambing di daerah pedesaan, lokasi yang tepat dan juga banyaknya sumber makanan kambing di sana. Para petani yang juga melakukan ternak kambing tidak memiliki target dalam ternaknya, seperti target jumlah setiap bulan atau tahunannya, karena sedikitnya kambing siap potong di Indonesia maka pemerintah masih melakukan impor daging. Untuk menaggapi hal ini maka dalam hati saya untuk membuat artikel tentang cara ternak kambing yang mungkin akan bermanfaat bagi yang ingin memulai usaha ternak kambing.


Dengan serius untuk menjalankan cara ternak kambing yang baik, maka sebenarnya peluang yang sangat istimewa untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah semakin terbuka lebar, ini yang saya analisa sebelum membuat artikel tentang hal ini. Dalam perawatannya, kambing ini sangat mudah untuk di budidayakan, ketahanan dari serangan penyakit dan juga biaya pakan yang minim menjadi peluang yang sangat menyedihkan jika kita lewati. Kambing memiliki tingkat perkembangbiakan yang sangat baik, dalam 7 bulan induk kambing sudah bisa di kawinkan lagi, dengan masa kehamilan sekitar 5-6 bulan, maka anak kambing akan terlahir. Pada umumnya 1 induk kambing akan beranak sekitar 1-4 ekor, jadi ini sangat bagus untuk kita kembangkan menjadi usaha ternak yang berpotensi.


Keuntungan dari cara beternak kambing yang tepat tentunya adalah maksimalnya pertumbuhan dan perkembangbiakan pada kambing.  Dari hal itu juga masih banyak keuntungannya, yaitu dari hasil susu peras yang di hasilkan (jika ternak kambing etawa/susu), keuntungan lainnya adalah pupuk kandang yang bisa dijual atau di gunakan pupuk sendiri. Pupuk yang di hasilkan dari kotoran dan pembuangan sisa pakan dai ternak kambing sangat bagus untuk di gunakan sebagai pupuk organik. Jadi tunggu apalgi segera kita mulai untuk melakukan ternak kambing sendiri!!


Proses Reproduksi Kambing


Sebelum memulai untuk menjalankan usaha ternak kambing, maka sebaiknya yang perlu kita ketahui adalah bagaimana prosesnya. Kambing memang memiliki tingkat reproduksi yang tinggi, bahkan kambing ini dapat melahirkan 2 kali dalam satu tahun. Paling tidak kambing akan beranak 3 kali dalam masa 2 tahun, jadi betapa menggiurkan untuk memulai usaha ternak kambing tersebut, apalagi jika induk mampu beranak 3-4 ekor setiap melahirkan tentunya akan mempercepat perkembangan ternak kambing yang kita lakukan.


Kambing ini akan dewasa setelah berumur 6 bulan, dan kambing siap di kawinkan saat berumur 10-12 bulan. Dengan lama waktu birahi sekitar  24 – 45 jam, dengan siklus birahi yang berselang selama 17 – 21 hari, birahi kambing dapat di tandai dengan sifatnya yang gelisah, memiliki nafsu makan dan minum berkurang, selalu mengibaskan ekornya, kencing lebih sering, kemaluan akan bengkak dan basah.


Dalam ternak kambing, ratio jumlah pejantan dan betina adalah = 1 : 10, jika perkawinan sudah terbuahi maka lama waktu bunting adalah 144 – 156 hari (atau sekitar 5 bulan). Dan anak kambing akan di sapih setelah sekitar 3-4 bulan anak kambing terlahir.
Langkah Awal Cara Ternak Kambing Yang Benar
Dalam langkah awal tentunya di mulai dari persiapan pembuatan kandang sebagai tempat tinggal kambing dan di akhiri dengan masa panen. Dalam langkah-langkah cara ternak kambing yang baik dan benar memang sangat mudah untuk di lakukan, kita bisa melakukan usaha ini sebagai usaha sampingan. Dibawah ini adalah langkah-langkah yang harus kita lakukan terlebih dahulu agar ternak kambing yang akan kita jalankan menjadi semakin mantab dan berimbas dengan maksimalnya hasil panen.


Persiapan Pembuatan Kandang Kambing


Untuk modal awal cara ternak kambing yang tepat, kandang ini adalah salah satu hal penting yang nantinya akan menunjang keberhasilan dari usaha ternak kambing yang akan kita jalankan. Kandang yang baik juga akan menimbulkan kenyamanan yang membuat kambing menjadi mudah gemuk dan berkembangbiak. Tingkat minimal kandang ini adalah bersih, memiliki sinar matahari yang cukup, tidak panas (teduh), dan penempatan kandang paling minim adalah berjarak 5 meter dari rumah. Hal ini ditakutkan akan berimbas bau kotoran campur urine kambing yang tidak sedap, ingat selain kambing kita sehat, kita juga lebih penting untuk lebih sehat. Di bawah ini adalah ukuran ideal kandang untuk memulai ternak kambing.
Kandang Cara Ternak Kambing Cepat Gemuk Dan Hasil Panen Maksimal


·                     Kandang untuk beranak untuk induk+dua anak : 120 cm x 120 cm /ekor
·                     Kandang induk (baik yang hamil atau tidak hamil) untuk 1 ekor: 100 cm x 125 cm
·                     Kandang pembesaran anak yang telah di sapih untuk satu ekor: 100 cm x 125 cm
·                     Kandang pejantan per ekornya adalah : 110 cm x 125 cm
·                     Kandang dara/dewasa (di siapkan sebagai kambing potong) per ekornya adalah : 100 cm x 125 cm
Persiapan Pemilihan Bibit Ternak Kambing


Dalam tahap ini tentunya kita sudah menentukan untuk melakukan ternak kambing dengan jenis tertentu, mengingat jenis kambing di Indonesia sangatlah banyak, bahkan sampai puluhan jenisnya di masing-masing wilayah. Dalam kasus ini, jika kita ingin ternak kambing sebagai kambing potong (pedaging) maka sebaiknya bibit yang kita siapkan adalah bibit jenis kambing kacang (jawa). Mengapa kambing ini, karena kambing ini sangatlah cepat untuk berkembangbiak, mudah gemuk, mudah adaptasi di semua lingkungan, lebih tahan penyakit, dan dagingnya paling diminati.
Jika kita ternak kambing dengan tujuan susu perah, maka bibit  jenis kambing yang harus kita siapkan adalah jenis kambing etawa,  kambing sangat bagus untuk menghasilkan susu.


Kambing etawa ini justru malah memiliki 2 opsi hasil panen, yaitu susu perah dan juga sebagai kambing potong/pedaging. Kambing etawa ini memiliki keunggulan tubuhnya yang berukuran yang besar, tentunya bobot daging yang di hasilkan juga lebih banyak daripada kambing jenis kacang/jawa. Baiklah, untuk menentukan bibit kambing sebagai induk dan pejantan yang baik harus memiliki kriteria seperti dibawah ini :


A.   Kriteria Calon Induk Kambing Yang Ideal:
Indukan Untuk Cara Ternak Kambing Cepat Gemuk Dan Hasil Panen Maksimal



·    Bentuk tubuhnya yang seimbang, memiliki dada yang dalam dan lebar, bentuk garis punggung dan pinggangnya lurus, tulangan/tubuhnya besar dan tidak gemuk (sehat) bukan obesitas
·      Berkaraktek jinak dan tidak galak
·      Memiliki keempat kakinya yang lurus dan tumitnya tinggi.
·      Memiliki jumlah gigi lengkap, mempunyai kriteria merumput dengan baik, dan rahang atas/bawah rata.
·      Terlahir dari 2 pranakan/bahkan anak tunggal.
·    Bentuk ambingnya simetris dan tidak menggantung atau memiliki puting 2 buah (bercabang).
B.   Kriteria Calon Pejantan Kambing Yang Ideal:
style="margin-left: auto; margin-right: auto;"> Pejantan Untuk Cara Ternak Kambing Cepat Gemuk Dan Hasil Panen Maksimal


·     Memiliki ukur tubuh yang besar dan panjang (tulangannya besar), sangat bagus jika memiliki bagian belakang yang lebih tinggi dan lebih besar, memiliki bentuk dada yang lebar, serta kambing tidak teralalu gemuk, perawakannya gagah, aktif dan tentunya memiliki nafsu kawin yang tinggi.
·      Bentuk seluruh kakinya yang lurus serta kuat.
·     Di lahirkan dari 2 bersaudara atau tunggal.
·     Memiliki usia di antara 1,5 -3 tahun.


Cara Pemberian Pakan Ternak Kambing


Poin ini juga termasuk hal penting dalam cara ternak kambing yang baik dan benar, pakan juga salah satu masalah penting yang menunjang keberhasilan ternak kambing yang telah kita mulai. Sebenarnya dalam pemberian pakan ini sangatlah mudah, tidak seperti pemberian pakan pada ternak lainnya, karna kambing ini dapat memakan rumput/hijau-hijauan lainnya serta pakan tambahan yang nantinya akan menunjang agar kambing cepat gemuk dan juga berreproduksi dengan baik.


Pakan yang di berikan sebaiknya yang lebih mudah di dapatkan, tidak pakan yang harganya mahal agar bisa menekan seminimal mungkin pengeluaran untuk pakan. Namun pakan yang kita berikan haruslah mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang cukup untuk kebutuhan kambing setiap harinya. Pakan yang di berikan juga di anjurkan yang mudah di cerna, tidak beracun, dan di sukai kambing (lahap makannya). Kandungan pakan ini bisa kita dapatkan dengan memberinya hijauan seperti berbagai jenis rumput dan makan tambahan seperti konsentrat yang bisa di dapatkan dengan membelinya di toko pakan ternak terdekat.


Solusi lainnya untuk mengganti konsentrat agar kambing sehat dan gemuk adalah campuran dari beberapa bahan seberat 3kg (sebaiknya 1 ekor kambing setiap harinya di berikan dengan berat pakan tambahan 3 kg) yaitu ;ampas tahu 40%, bekatul 40%, dan racikan singkong 20%, pakan tambahan bisa di berikan pada siang hari (bukan pada saat memberi pakan hijau-hijauan).
Cara pemberian pakan yang baik adalah dengan memberinya pakan rerumputan 2 kali dalam satu hari, yaitu pagi di antara pukul 08.00 WIB - pukul 16.00 WIB, berat rumput yang di butuhkan adalah 10% dari berat badan kambing setiap harinya. Dan pemberian pakan tambahan konsentrat/campuran bahan yang saya sebutkan diatas, adalah paling bagus diberikan pakan tambahan dengan berat 3kg setiap harinya, pakan tambahan bisa di berikan pada saat siang hari.


Untuk indukan kambing yang sedang hamil, menyusui, atau pejantan yang sering di kawinkan, sebaiknya di berikan pakan penguat yang bisa di beli di toko pakan ternak terdekat. Jangan lupa untuk memberinya minum setiap harinya, pemberian minum paling bagus setelah memberikan pakan tambahan.


Cara Pengendalian Penyakit Pada Kambing


Sudah sering saya bilang bahwa kunci keberhasilan dalam usaha ini adalah dengan menjalankan cara ternak kambing yang baik dan benar, dengan terpenuhinya poin tersebut maka keberhasilan ternak kambing yang telah kita jalankan akan tercapai. Selain dari persiapan kandang yang baik dan pemberian pakan yang tepat, ada satu hal lagi yang penting yaitu, pengendalian penyakit!!


Dengan pencegahan terjadinya serangan penyakit pada kambing maka sebaiknya di cegah dengan melalui sanitasi kandang yang tepat dan pemberian makanan yang mencukupi gizi, serta vaksinansi. Penyakit yang sering menyerang kambing adalah sebagai berikut ; cacingan, kudis (scabies), kembung perut (bloat), paru-paru (pneumonia), orf, dan koksidiosis. Semua penyakit ini bisa di kendalikan dengan cara ternak kambing yang baik dan benar, dengan itu kambing akan lebih sehat dan terhindar dari penyakit. Jika ada kambing yang terserang penyakit, maka sebaiknya di lakukan pemisahan dan pengobatan.


Cara Panen Ternak Kambing


Panen kambing ini tentunya terbagi dua jenis, yaitu sebagai kambing pedaging (potong) atau sebagai kambing susu perah. Dalam hal ini tentunya harus di usahakan agar selalu meningkatkan nilai tambah hasil  produksi ternak kambing yang kita jalankan yaitu  mencakup daging, susu, kulit, tanduk, atau kotoran yang nantinya bisa di jadikan pupuk organik.


Untuk waktu yang tepat menjual kambing adalah di saat berat badan kambing sudah tidak dapat bertambah lagi (berat maksimal) agar nilai jualnya tinggi karena dagingnya juga banyak. Kambing di usia 1-1,5 tahun berat tubuhnya sudah tidak dapat bertambah lagi (kambing normal tidak kurus), jadi saat umur tersebut sangat ideal untuk menjualnya.


Sangat mudah untuk menjalankan cara ternak kambing yang baik dan benar agar mencapai hasil produksi yang maksimal, Segera untuk memulai usaha ternak ini, saya ingatkan lagi bahwa permintaan daging kambing, susu kambing selalu mengalami kenaikan, dan peternakan di Negara kita belum mampu menjawab hal itu, solusinya pemerintah melakukan impor daging, jadi Anda tahu apa yang menjadi peluang usaha ini



Gambar 1,2 dan 3 cara, teknik dan metode beternak kambing yang baik :)

Semoga bermanfaat :)

Tambahan :)





 Video 1Kontrol kunjungan pemeriksaan rusa di ciumbuleuit (Klinik hewan happiness) :)



Video 2. Penitipan anjing dogy jack russell mix @ Klinik hewan happiness :)

Semoga bermanfaat :)

Terimakasih

Minggu, 26 Februari 2017

Teknik Ternak Kelinci :)

Cara beternak kelinci– Saat ini bisnis ternak kelinci masih jarang digeluti oleh masyarakat Indonesia. Padahal peluang ternak atau budidaya kelinci ini masih sangat potensial dan sedikit pesaing. Ternak kelinci ini dibagi menjadi dua macam yakni ternak kelinci pedaging dan ternak kelinci hias. Untuk teknik pemeliharaannya relatif sama dan sedikit perbedaan dengan perlakuan pada kelinci hias.
Di sebuah forum di facebook “ternak kelinci” ada beberapa orang yang baru memulai beternak kelinci sepasang. Namun kelincinya mati karena salah memberi makan. Untuk itu saya akan memberikan tips cara beternak kelinci bagi pemula agar kelincinya tidak mati. Berikut uraiannya :
1. Lahan dan Kandang
Bagi pemula sebaiknya membeli dua atau tiga pasang kelinci. Untuk lahannya bisa di belakang rumah atau disamping maupun depan rumah. Dalam membuat kandang, idealnya ukuran 60 cm x 50 cm x 60 cm. Jika Anda ingin memelihara tiga pasang kelinci, sebaiknya kadangnya ada enam. Jadi satu kandang ada satu kelinci. Setiap hari sebaiknya kadang dibersihkan. Ketika kita memberi makan di pagi hari, sisa makanan yang sore hari dibuang saja. Kemudian ketika kita memberi makan sore pada kelinci, sisa makanan di pagi hari dibuang. Hal ini bertujuan untuk menghindari kelinci terkena penyakin pencernaan seperti diare.

2. Pemilihan Induk Kelinci
Jika ingin indukan yang bagus, pilihlah usia kelinci yang sudah mapan yakni usia satu tahun. Kelinci bisa dikawinkan pada usia 6 atau 7 bulan. Pilihlah indukan yang sehat dan tanpa cacat. Kita bisa membelinya di peternakan kelinci secara langsung. Kalau di peternakan kita bisa tahu riwayat kelinci. Pilih juga kelinci yang badannya gemuk dan bulunya halus.

3. Pakan Kelinci
Untuk pakan kelinci kita bisa mencari rumput yang gratis atau kita juga bisa membeli seperti jenis-jenis sayuran. Contoh sayuran yang disenangi kelinci adalah sawi putih, kol, waluh hijau, wortel, mentimun, dan kangkung.

4. Usia perkawinan dan kehamilan kelinci
Usia kelinci yang siap kawin adalah usia 7 bulan. Pada saat itu kita bisa mengawinkan kelinci betina dengan kelinci jantan yang kita punya. Untuk menjaga trah atau jenis kelinci, sebaiknya kelinci dikawinkan yang berasal dari satu jenis kelinci. Perlu diperhatikan juga, kelinci dikawinkan dari kelinci yang berbeda indukannya. Kelinci bisa dikawinkan tiga kali dalam tiga hari. Kelinci betina diletakan di kandang jantan dan kita pantau. Setelah kelinci kawin, segera ambil kelinci betina dan masukan di kandangnya. Jangan sampai dicampur dalam satu kandang selama sehari atau beberapa hari. Setelah kelinci kawin, catat tanggal kawinnya. Tujuan pencacatan agar kita bisa memprediksi hari lahir kelinci. Kelinci akan melahirkan setelah hamil 28 hari atau 1 bulan.

5. Penyapihan kelinci
Setelah kelinci melahirkan, maka selama 45 hari kelinci itu akan disusui oleh induknya. Setelah 60 hari atau 70 hari, anakan kelinci sudah makan sendiri. Jadi kalau kita mau menyapih kelinci, sebaiknya pada usia 60 hari atau 70 hari. Menyapih kelinci kalau di bawah usia tersebut masih rawan sakit.

6. Memahami penyaki kelinci
Ada tiga macam penyakit yang sering menghinggapi kelinci, diantaranya adalah penyakit gudik atau scabies, perut kembung, dan diare.
Itulah ada enam point yang harus diperhatikan oleh anda mengenai cara beternak kelinci bagi pemula. Semoga bisa menginspirasi!
Cara Pemasaran Hasil Ternak Kelinci
Pemasaran kelinci saat ini terbilang mudah. Kita bisa menggunakan sosial media seperti facebook, twitter, dan instagram. Pengalaman saya tentang jual dan beli kelinci di facebook. Kita tinggal posting gambar disertai keterangan di forum peternak kelinci di Facebook. Setelah beberapa saat ada orang yang komentar dan melakukan nego. Akhirnya kita deal dan kelinci saya langsung diambil oleh pembeli.

Selain media sosial, kisa bisa langsung menemui pengepul atau “bakul” kelinci. Apabila harga kelinci kita dihargai dengan harga yang cocok, bisa langsung dijual saja. Selain dari menemui pengepul, kita bisa langsung menjualnya di pasar atau di daerah yang strategis yang jalannya banyak dilalui orang.



Gambar 1,2, da 3 Kandang dan teknik ternak kelinci :)

Semoga bermanfaat :)

Tambahan :


Video 1. Pengobatan kucing lumpuh di klinik hewan happiness :)


Video 2. Pengobatan kucing mimisan pada kucing @ klinik hewan happiness :)

Terimakasih